Friday, September 11, 2015

Misteri Ketindihan Saat Tidur

misteri ketindihan
 
Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!
KEJADIAN ini sering saya alami sejak zaman SMA, bahkan hingga sekarang (meski frekuensinya sudah sangat berkurang). Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong. Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.
Setelah itu, biasanya saya tidak berani tidur. Takut kesadaran saya hilang atau kejadian itu berulang lagi. Apalagi saat kejadian, saya seperti melihat sebuah bayangan di kegelapan. Pernah saya saya bercerita tentang hal ini pada ibu saya. Beliau mengatakan saya mengalami tindihan. Dan menurut kepercayaan orang tua, yang menindih adalah makhluk halus. Ih, seram ya! Namun, logika saya berusaha mencari penjelasan ilmiah. Inilah hasilnya

Sleep Paralysis

Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.
Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur

Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM). Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).
Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.
Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Jangan Anggap Remeh

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.
Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.
Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.
Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.
Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.
Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
– Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
– Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
– Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
– Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
– Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
– Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
– Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
– Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
– Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.
– Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
– Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.
BGiBola
Thursday, September 10, 2015

Library Function pada C dan C++

Salah satu fungsi library yang telah diperkenalkan yaitu cout yaitu untuk mencetak ke layar monitor. Fungsi dikelompokkan menurut jenis dan sifatnya dan disimpan didalam sebuah file yang berekstensi .h. Sebagai contoh fungsi yang digunakan untuk mencetak ke layar monitor (cout) disimpan pada file iostream.h. Library iostream.h Standard Input / Output Streams Library. Elemen iostream library (char instantion) : Classes :
ios_base Base
ios
istream
ostream
iostream
ifstream
ofstream
fstream
istringstream
ostringstream
stringtream
streambuf
filebuf
stringbuf
Objects :
cin
cout
cerr
clog
Types :
fpos :
streamoff
streampos
streamsize
Manipulators :
boolalpha
dec
endl
ends
fixed
flush
hex
internal
left
noboolalpha
noshowbase
noshowpoint
noshowpos
noskipws
nounitbuf
nouppercase
oct
resetiosflags
right
scientific
setbase
setfill
setiosflags
setprecision
setw
showbase
showpoint
showpos
skipws
unitbuf
uppercase
ws
Objek iostream mewarisi semua anggota yaitu istream dan ostream, sehingga mampu melakukan kedua operasi input dan output.
  • Library stdio.h Library stdio.h adalah library pada bahasa C yang digunakan untuk operasi input output (stdio = Standard Input and Output). Tanpa menggunakan library ini maka perintah - perintah input/output tidak dapat dieksekusi atau dijalankan. Library Functions :
    clearr()
    fclose()
    fccloseall()
    fdopen()
    fflush()
    fgetc()
    fgetchar()
    fgetpos()
    fgets()
    flushall()
    fopen()
    fprint()
    fputc()
    fputchar()
    fputs()
    fread()
    free()
    freopen()
    fscan()
    fseek()
    fsetpos()
    ftell()
    fwrite()
    gets()
    getw()
    perror()
    printf()
    puts()
    putw()
    rename()
    rewind()
    scanf()
    unlink()
    Library Macroes :
    feof(f)
    ferror(f)
    fileno(f)
    getch(f)
    getchar(f)
    putchar(f)
    remove(path)
    Contoh penggunaan library stdio.h dengan library functions printf() dalam program : #include int main() { printf ("saya siswa al bahri\n"); printf ("selamat datang di SMK Al Bahri"); return 0; } Contoh penggunaan library stdio.h dengan library functions puts() dalam program : #include #include using namespace std; int main() { char x[20]="SMK Al Bahri"; puts("Sekolah terbaik di kota bekasi "); puts(x); return 0; } Library math.h Library math.h merupakan sebuah library yang disediakan untuk melakukan perhitungan secara matematika. Library Functions :
    abs()
    acosh()
    asin()
    atan()
    atan2()
    atof()
    ceil()
    cos()
    cosh()
    exp()
    fabs()
    floor()
    fmod()
    labs()
    ldexp()
    log()
    log10()
    pow()
    sin()
    sinh()
    sqrt()
    tan()
    tanh()
    Contoh penggunaan library math.h dengan library functions cos() dan sin() dalam program : //Penggunaan library math.h #include #include using namespace std; int main(){ double kecepatan, jarak, sudut; kecepatan=20; sudut=25; jarak = 2*kecepatan*kecepatan*sin(sudut*3.14/180)*cos(sudut*3.14/180)/9.8; cout<<"Jarak = "< abs()
    atof()
    atoi()
    atol()
    div()
    exit()
    free()
    ldiv()
    malloc()
    rand()
    srand()
    system()
    Library Macroes :
    abs(x)
    atoi(s)
    random(num)
    randomize()
    Contoh penggunaan library stdlib.h dengan library functions atoi() dalam program : //Penggunaan library stdlib.h #include #include using namespace std; int main(){ char karakter[8]="12.3AB"; int nilai; nilai=atoi(karakter); cout< strcpy()
    strcat()
    strchr()
    strcmp()
    strlen()
    Contoh penggunaan library string.h dengan library functions strcpy() dalam program : //Penggunaan library string.h #include #include using namespace std; int main() { char info [30]; strcpy(info,"Nama:RAHMAT HIDAYAT"); cout< clrscr()
    getch()
    getche()
    gotoxy()
    khbit()
    putch()
    Contoh penggunaan library conio.h dengan library funtions getche() atau getch() dalam program : //Penggunaan library conio.h #include #include using namespace std; int main() { cout<< "hai, selamt datang di SMK AL BAHRI\n"; getche(); } Library io.h Library Functions :
    access()
    _close()
    close()
    _creat()
    eof()
    filelenght()
    _open()
    open()
    _read()
    read()
    _write()
    write()
    Library ctype.h Library Functions :
    stlower()
    toupper()
    Library Macroes :
    isalnum( c)
    isalpha( c)
    isascii( c)
    iscntrl( c)
    isdigit( c)
    isgraph( c)
    islower( c)
    isprint( c)
    ispunct( c)
    isspace( c)
    isupper( c)
    isxdigit( c)
    toascii( c)
    _tolower( c)
    _toupper( c)
    Salah satu fungsi library yang telah diperkenalkan yaitu cout yaitu untuk mencetak ke layar monitor. Fungsi dikelompokkan menurut jenis dan sifatnya dan disimpan didalam sebuah file yang berekstensi .h. Sebagai contoh fungsi yang digunakan untuk mencetak ke layar monitor (cout) disimpan pada file iostream.h. Library iostream.h Standard Input / Output Streams Library. Elemen iostream library (char instantion) : Classes :
    ios_base Base
    ios
    istream
    ostream
    iostream
    ifstream
    ofstream
    fstream
    istringstream
    ostringstream
    stringtream
    streambuf
    filebuf
    stringbuf
    Objects :
    cin
    cout
    cerr
    clog
    Types :
    fpos :
    streamoff
    streampos
    streamsize
    Manipulators :
    boolalpha
    dec
    endl
    ends
    fixed
    flush
    hex
    internal
    left
    noboolalpha
    noshowbase
    noshowpoint
    noshowpos
    noskipws
    nounitbuf
    nouppercase
    oct
    resetiosflags
    right
    scientific
    setbase
    setfill
    setiosflags
    setprecision
    setw
    showbase
    showpoint
    showpos
    skipws
    unitbuf
    uppercase
    ws
    Objek iostream mewarisi semua anggota yaitu istream dan ostream, sehingga mampu melakukan kedua operasi input dan output.
  • Library stdio.h Library stdio.h adalah library pada bahasa C yang digunakan untuk operasi input output (stdio = Standard Input and Output). Tanpa menggunakan library ini maka perintah - perintah input/output tidak dapat dieksekusi atau dijalankan. Library Functions :
    clearr()
    fclose()
    fccloseall()
    fdopen()
    fflush()
    fgetc()
    fgetchar()
    fgetpos()
    fgets()
    flushall()
    fopen()
    fprint()
    fputc()
    fputchar()
    fputs()
    fread()
    free()
    freopen()
    fscan()
    fseek()
    fsetpos()
    ftell()
    fwrite()
    gets()
    getw()
    perror()
    printf()
    puts()
    putw()
    rename()
    rewind()
    scanf()
    unlink()
    Library Macroes :
    feof(f)
    ferror(f)
    fileno(f)
    getch(f)
    getchar(f)
    putchar(f)
    remove(path)
    Contoh penggunaan library stdio.h dengan library functions printf() dalam program : #include int main() { printf ("saya siswa al bahri\n"); printf ("selamat datang di SMK Al Bahri"); return 0; } Contoh penggunaan library stdio.h dengan library functions puts() dalam program : #include #include using namespace std; int main() { char x[20]="SMK Al Bahri"; puts("Sekolah terbaik di kota bekasi "); puts(x); return 0; } Library math.h Library math.h merupakan sebuah library yang disediakan untuk melakukan perhitungan secara matematika. Library Functions :
    abs()
    acosh()
    asin()
    atan()
    atan2()
    atof()
    ceil()
    cos()
    cosh()
    exp()
    fabs()
    floor()
    fmod()
    labs()
    ldexp()
    log()
    log10()
    pow()
    sin()
    sinh()
    sqrt()
    tan()
    tanh()
    Contoh penggunaan library math.h dengan library functions cos() dan sin() dalam program : //Penggunaan library math.h #include #include using namespace std; int main(){ double kecepatan, jarak, sudut; kecepatan=20; sudut=25; jarak = 2*kecepatan*kecepatan*sin(sudut*3.14/180)*cos(sudut*3.14/180)/9.8; cout<<"Jarak = "< abs()
    atof()
    atoi()
    atol()
    div()
    exit()
    free()
    ldiv()
    malloc()
    rand()
    srand()
    system()
    Library Macroes :
    abs(x)
    atoi(s)
    random(num)
    randomize()
    Contoh penggunaan library stdlib.h dengan library functions atoi() dalam program : //Penggunaan library stdlib.h #include #include using namespace std; int main(){ char karakter[8]="12.3AB"; int nilai; nilai=atoi(karakter); cout< strcpy()
    strcat()
    strchr()
    strcmp()
    strlen()
    Contoh penggunaan library string.h dengan library functions strcpy() dalam program : //Penggunaan library string.h #include #include using namespace std; int main() { char info [30]; strcpy(info,"Nama:RAHMAT HIDAYAT"); cout< clrscr()
    getch()
    getche()
    gotoxy()
    khbit()
    putch()
    Contoh penggunaan library conio.h dengan library funtions getche() atau getch() dalam program : //Penggunaan library conio.h #include #include using namespace std; int main() { cout<< "hai, selamt datang di SMK AL BAHRI\n"; getche(); } Library io.h Library Functions :
    access()
    _close()
    close()
    _creat()
    eof()
    filelenght()
    _open()
    open()
    _read()
    read()
    _write()
    write()
    Library ctype.h Library Functions :
    stlower()
    toupper()
    Library Macroes :
    isalnum( c)
    isalpha( c)
    isascii( c)
    iscntrl( c)
    isdigit( c)
    isgraph( c)
    islower( c)
    isprint( c)
    ispunct( c)
    isspace( c)
    isupper( c)
    isxdigit( c)
    toascii( c)
    _tolower( c)
    _toupper( c)
  • BGiBola
    Monday, August 3, 2015

    ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

    PENGERTIAN ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

    Menurut kamus besar bahasa indonesia terbitan balai pustaka tahun 1988, “algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah”.
    Menurut Microsoft Book-shelf, “algoritma adalah urutan langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika”.
    Berdasarkan defenisi-defenisi tersebut maka dapat disimpulkan, “algoritma adalah urutan langkah-langkah logis yang berhingga yang digunakan untuk memecahkan masalah”.

    Langkah-langkah di dalam algoritma harus logis, ini berarti hasil dari urutan langkah-langkah tersebut harus dapat ditentukan, benar atau salah. Langkah-langkah yang tidak benar dapat memberikan hasil yang salah.

    Menurut Donald E. Knuth dalam bukunya yang berjudul “the art of computer programming”, algoritma harus mempunyai lima ciri penting:
    1. Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah. Suatu program yang tidak pernah berhenti adalah program yang berisi algoritma yang salah.
    2. Setiap langkah harus didefenisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (ambigu).
    3. Algoritma memiliki nol atau lebih masukan (input). Masukan adalah besaran yang diberikan kepada algoritma sebelum algoritma mulai bekerja.
    4. Algoritma mempunyai nol atau lebih keluaran (output). Keluaran ialah besaran yang memiliki hubungan dengan masukan.
    5. Algoritma harus sangkil (efektif). Setiap langkah harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam sejumlah waktu yang masuk akal.

    Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang ilmu komputer yang diacu dalam terminologi algoritma. Namun demikian, jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan sehari-haripun banyak proses yang digambarkan dalam suatu algoritma.
    Realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman disebut dengan program. Sedangkan pemrograman adalah kegiatan mengkonversi algoritma ke dalam bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman atau bahasa komputer adalah teknik komunikasi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman adalah suatu set aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Suatu bahasa memungkinkan seorang programmer secara persis menentukan data yang mana akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

    NOTASI ALGORITMA

    Notasi algoritma merupakan hal dasar yang harus diketahui oleh setiap orang yang ingin membuat suatu pogram, karena dalam notasi algoritma inilah terdapat instruksi atau langkah-langkah suatu program. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu program dalam notasi algoritma tidak dapat dijalankan oleh komputer. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman, sehingga siapapun dapat membuat notasi algoritma yang berbeda.

    Ciri notasi algoritma yang baik yaitu dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman. Hal yang penting mengenai notasi tersebut adalah mudah dibaca dan dimengerti. Di bawah ini ada 3 notasi yang umum digunakan dalam penulisan algoritma, yaitu :
    1. Notasi Alami
    2. Flowchart / Diagram Alur
    3. Pseudocode

    a.      Notasi Alami
    Penulisan algoritma dengan notasi alami adalah dengan cara menuliskan instruksi-instuksi yang harus dilaksanakan untuk memecahkan masalah dalam bentuk untaian kalimat deskriptif.
    Dengan notasi bergaya kalimat ini, deskripsi setiap langkah dijelaskan dengan bahasa yang gamblang. Proses diawali dengan kata kerja seperti ‘baca’, ‘hitung’, ‘bagi’, ‘ganti’, dan sebagainya, sedangkan pernyataan kondisional dinyatakan dengan ‘jika…maka…’. Notasi ini bagus untuk algoritma yang pendek, namun untuk masalah yang algoritmanya besar, notasi ini jelas tidak efisien. Selain itu, pengkonversian notasi algoritma ke notasi bahasa pemrograman cenderung relative sukar.

    Contoh:
    Algoritma_Menghitung_Luas_Persegi_Panjang
    Langkah 1: Baca nilai panjang.
    Langkah 2: Baca nilai lebar.
    Langkah 3: Kalikan nilai panjang dengan nilai lebar dan berikan nilainya ke hasil.
    Langkah 4: Tampilkan nilai hasil.

    b.      Flowchart / Diagram Alir
    Flowchart adalah gambaran dalam bentuk diagram alir dari algoritma-algoritma dalam suatu program, yang menyatakan arah alur program tersebut. Diagram alur lebih menggambarkan aliran instruksi di dalam program secara visual dibanding memperlihatkan struktur program. Notasi diagram alur lebih cocok digunakan untuk masalah yang kecil, untuk masalah yang besar tidak cocok digunakan karena membutuhkan berlembar halaman kertas. Selain itu, pengkonversian notasi algoritma ke bahasa pemrograman cenderung relatif sukar.

    Berikut adalah beberapa simbol yang digunakan dalam menggambar suatu flowchat


    Contoh Flowchart:
    Flowchart_Menghitung_Luas_Persegi_Panjang
     
     


    c.       Pseudocode
    Pseudo-code adalah notasi yang menyerupai notasi bahasa pemrograman tingkat tinggi, khususnya Pascal dan C. Bahasa pemrograman umumnya mempunyai notasi yang hampir mirip untuk beberapa instruksi seperti notasi if-then-else, while-do, repeat-until, read, write, dan sebagainya. Namun tidak seperti bahasa pemrograman yang direpotkan dengan tanda titik koma, indeks, format keluaran, kata-kata khusus, dan sebagainya, sembarang versi Pseudocode dapat diterima asalkan perintahnya tidak membingungkan pembaca.
    Keuntungan menggunakan notasi Pseudocode adalah kemudahan mentranslasi ke notasi bahasa pemrograman, karena terdapat korespodensi antara setiap Pseudocode dengan notasi bahasa pemrograman. Sehingga Pseudocode cocok untuk algoritma yang rumit.
    Contoh notasi pseudocode adalah sebagai berikut:
    Algoritma_Menghitung_Luas_Persegi_Panjang
    DEKLARASI:
                Panjang : integer
                Lebar : integer
                Luas : integer
    DESKRIPSI:
                read (Panjang)
                read (Lebar)
                Luas          Panjang * Lebar
                write (Luas)
    Aturan penulisan algoritma dalam notasi pseudocode.
    Dalam pseudocode algoritma terbagi atas 3 bagian, yaitu :
    1. Judul Algoritma
    Judul algoritma adalah bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasan (spesifikasi) tentang algoritma tersebut. Nama algoritma sebaiknya singkat namun cukup menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut.
    Contoh judul algoritma:
          Algoritma LUAS_PERSEGIPANJANG
    { Menghitung luas persegi panjang. Algoritma menerima masukan panjang dan lebar, menghitung luas, lalu mencetak luas persegi panjang ke piranti keluaran }
    Keterangan:
    Algoritma LUAS_PERSEGIPANJANG merupakan judul algoritma, sedangkan yang di dalama kurung kurawal ({ }) merupakan spesifikasi atau penjelasan singkat tentang algoritma luas persegi panjang.
    1. Deklarasi
    Bagian deklarasai berguna untuk mendefenisikan semua nama yang dipakai dalam algoritma. Nama tersebut dapat berupa nama tetapan, nama peubah (variable), nama tipe, nama prosedur, dan nama fungsi.
    Contoh deklarasi:
          DEKLARASI
    { nama peubah (variable) }
    p       : integer           { tempat menampung data panjang }
    l        : integer           { tempat menampung data lebar }
    L       : integer           { tempat menampung data hasil penghitungan luas }
    1. Deskripsi
    Deskripsi merupakan bagian inti dari suatu algoritma. Bagian ini berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah. Langkah-langkah ini dituliskan dalam notasi yang akan di jelaskan pada bab selanjutnya. Misalnya notasi write digunakan untuk mencetak data/informasi, notasi read digunakan untuk membaca data, dan lain sebagainya. Setiap langkah algoritma dibaca dari “atas” ke “bawah”. Urutan penulisan menentukan urutan pelaksanaan perintah.
    Contoh deskripsi:
          DESKRIPSI
    read (Panjang)
    read (Lebar)
    Luas         Panjang * Lebar
    write (Luas)
                     
          Keterangan:
          Lambang            berarti penugasan atau penginputan





    BGiBola